Minggu, 10 Juni 2012

8 Tips Menemukan Kebahagiaan dari Nabi Adam As


Saat ini hampir semua manusia selalu mencari berbagai cara agar dapat hidup bahagia dan sejahtera,mulai dari berlomba lomba mencari harta sampai mencari ketenangan dalam do’a bersama. Padahal kebahagiaan yang hakiki ada dalam diri masing masing pribadi.Inilah beberapa resep yang dapat membantu kita menggali kebahagiaan yang ada dalam diri :

1.       Hindari Hasud,iri dan dengki karena dengan iri dengki dan hasud pada keberhasilan orang lain hanya akan membuat anda memendam rasa pedih  dan sakit hati yang berkepanjangan. Padahal jika anda berpikir untuk mengerjakan kewajiban yang semestinya anda jalankan bukan mustahil anda lebih berhasil dari orang yang membuat anda iri. Hanya iri ,dengki dan hasud tentang keberhasilan orang lain anda akan dibuat lupa kepada cara meraih keberhasilan diri sendiri,karena tidak sempat mengenali potensi yang anda miliki.Qabil (putera nabi Adam As )yang hasud kepada adiknysa tega melakukan membunuhnya.


2.        Hindari Serakah alias Rakus,kerakusan hanya membuat anda tidak dapat menikmati apa yang sudah anda raih dengan  susah payah. Dengan kerakusan pula anada sampai melupakan bagaimana menumbuhkembangkan apa yang suadah anda raih ,lantaran anda hanya berpikir selalu kurang banyak. Dengan kerakusan anda bisa saja tidak dapat menikmati ,tidak bahagia dan sekaligus anda akan kembali akan kehilangan ,segala sesuatu yang sudah anda raih.Jadi hindari kerakusan karena hanya kan mendatangkan kerusakan dan kehancuran.
Hasrat Nabi Adam As ingin mempunyai seleuruh isi surga yang membuatnya terusir dari surga lantaran melanggar larangan.

3.        Hindari Sombong ,kesombongan adalah bentuk “denial”  dari seseorang atas sebuah fakta dan kenyataan akibatnya diri orang bersangkutan menutup pikiran ,hati dan pengalaman baru terhadap informasi yang berguna baginya sekaligus informasi yang berkaitan dengan bencana yang bakal menimpanya. Akibatnya tertutup baginya peluang yang bisa diraih sekaligus bakal datang ancaman yang bakal menerpanya.Perilaku iblis yang sombong berakhir dengan kesulitannya sendiri

4.       Jangan terlalu Santai ,tidak ada kebehasilan yang bisa diraih dengan santai semakin menunda pekerjaan semakin menumpuk persoalan dalam pikiran dan beban hidup yang harus dijalani. Apalagi santai dalam beribadah lantaran setiap orang tidak tahu dengan pasti kapan datangnya kematian,penyesalan tidak akan berguna,bekerja kerasalah selagi kuat.sebelum badan digerogoti beragai penyakit.  Nabi Adam Terlalu santai disurga sehingga terusir.

5.       Jangan turuti nafsu,nafsu hanya akan mendatangkan kesulitan dan penyeslan dikemudian hari.Lantaran orang yang keburu  nafsu tidak sempat berpikir resiko dari tindakan yang diambilnyasekaligus konsekuensi logis dari perbuatannya.Akibat terburu nafsu bisa jadi akan membuat kekecawaan dan kecemasan yang berkepanjangan. Nabi Adam terburu nafsu saat melakukan pelanggaran

6.       Berpikir dulu sebelum berbuat,bukan perbuatannya yang mendatangkan kerugian dan bencana bagi diri sendiri dan orang lain ,namun akibat dari perbuatan itulah yang semestinya dipertimbanagkan masak –masak,Orang orang yang bertindak tanpa berbuat bukan saja kehilangan kesempatan ,muncul  penyesalan melainkan juga terpuruk dalam jurang penderitaan dan kenistaan, yang butuh perjuangan panjang untuk memperbaiki keadaaan.Jika saja Nabi Adam berpikir lebih dulu sebelum bertindak  ,pasti tidak akan terjadi peristiwa pelanggaran

7.        Tinggalkan keraguan ,keraguan terutama pada kebenaran sebuah informasi,meragukan kebenaran hanya akan mendatangkan kesalahan,meragukan kebaikan hanya akan menimbulkan kejahatan,meragukan keadilan hanya akan mendatangkan kesewenanga-wenangan dan meragukan tanggung jawab hanya akan menimbulkan kerusakan. Dengarkan jeritan hati nurani ,terutama disaat hati anda merasa gelisah dan takut ketahuan saat mengambil sebuah pilihan tindakan. Keraguan adalah kontrol diri untuk kembali berpikir lebih jernih.  Karena Nabi Adam meragukan Larangan Tuhan atas buah kuldy yang semestiya dihindari

8.       Bermusyawaralah, dalam keadadaan penuh pesoalan,dilema dan kegalauan sepandai apapun anda anda membutuhkan wawasan orang lain terutama yang dapat memberikan pencerahan lantaran pada saat seseorang tertimpa masalah biasanya mereka terjebak untuk berpikir bagaimana memecahlan masalah tanpa berpikir jernih ,mencari tahu latar belakang akar permasalahan .Disinilah peran orang lain dibutuhkan. Tak ada orang pintar yang sanggup memecahkan persoalannnya sendiri.pada saat saat tertentu meraka butuh orang lain sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.” Karena dulu Nabi Adam AS tidak bermusyawarah bersama Malikat saat akan memakan buah kuldy’
Semoga pesan dari Nabi adam As ini dapat mensejahterahkan kita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar