Selasa, 21 Juli 2009

Cermin,Alalhumma Anta hassanta.....



Berbagai bentuk aktivitas senam aku lakukan , berbagai perawatan wajah dan tubuh aku lakukan.Hasilnya memang membuat terpesona wanita dan membuat pria naik turun jakunnya.Makin aku mendengar pujian makin besar hasratku untuk tampil lebih menarik.Dan makin selektiflah aku,hingga aku memang pilih pilih pergaulan. Teman-temanku pada akhirnya menjuluki si gadis “angkuh”.

Suatu saat aku tertarik pada pesta yang menjerumuskan aku pada perbuatan yang nista.Aku pun terjebak dengan mirasantika dan per gaulan bebas. Kebebasan yang aku nikamati sampai kebabalasan. Setiap orang yang mengingatkanku selalu ganti kucela... aku merdeka !

Sampai dalam perjalananku seusai pesta aku bersama teman temanku mengalami kecelakaan.Hingga seluruh temanku meninggal dunia, beruntung aku selamat. Walau wajahku rusak berat...

Aku stress berat nyaris dirawat secara intensip di RS.Jiwa.Tubuhku yang kubanggakan mulai tak terawat.

Dalam keputusasaan aku sempat menitikan air mata ketika lamat lamat kudengar takbir Idhul Qurban. Aku menitikkan air mata ,betapa tak berdaya nya aku menghadapi diriku sendiri.

Segera aku sadari ternyata Allah menyelamatkanku,untuk memberi kesempatan memperbaiki diri.Dengan sisa sisa kepercayaan diri aku ambil wudhu dan sholat..
Aku pikir wajahku yang sekarang lebih “cantik” dari yang dulu dikagumi orang.Makanya pada saat selesai mandi membuang noda noda kelam masalalu.Aku bersumpah dalam hati menjalani sisa umurku hanya untuk mengabdi kepadanya. Apapun yang terjadi..

Kini setelah tujuh tahun sejak kejadian itu setiap kali aku bercermin selalu kuucapkan do’a:” Allohumma anta hasaanta kholqii fa hassiin khuluqii “.”wahai Allah, Engakulah yang membaguskan kejadianku, karena itu baguskan pula budi pekertiku”.

Cermin ,adalah koco roso, setiap bercermin semestinya membuat kita me “rasa”(self corection).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar